KONSEP AIR DALAM AL-QURAN
KONSEP AIR DALAM AL-QURAN
Jessika Tania Lendeon : jessikatanialendeon@gmail.com
ABSTRAK
Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang Konsep Air Dalam Al-Quran. Metode yang digunakan untuk penulisan artikel ini yaitu dengan menelusuri berbagai referensi dibeberapa jurnal ilmiah yang berkaitan dengan Konsep Air dalam Al-Quran kemudian menganalisisnya dan menyajikannya secara sistematis di dalam artikel ini. Hasil dari artikel ilmiah ini menyajikan beberapa topik pembahasan yaitu : Tahap keseimbangan siklus air, Ayat dan terjemahan, Analisis Mufrodat ,Hadits Terkait, Pendapat Ulama/Ahli, Kandung Makna, dan Pesan – pesan Pendidikan. Berdasarkan hasil kajian ini, kita dapat mengetahui lebih dalam lagi tentang konsep Air dalam Al-Quran, dan ayat-ayat apa saja yang menceritakan tentang Air.
PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Swt. Atas rahamat dan hidayah-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan artikel yang berjudul Konsep Air Dalam Al-Quran. Adapun maksud dan tujuan penulisan artikel ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Tafsir Tarbawi tentang pembahasan Konsep Air Dalam Al-quran. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan artikel ini. Untuk itu, penulis menghraapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca demi perbaikan menuju kesempurnaan artikel ini. Akhir kata, penulis berharap semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya.
PEMBAHASAN
Air merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah Swt. dan didalam Al-Quran, air merupakan salah satu ciptaan-Nya yang patut kita renungkan. Tidak hanya kata air yang sering diungkapkan didalam al-quran, namun ada beberapa kata yang sering diungkapkan didalam al-quran yang senada dengan air seperti laut, awan, hujan, sumur dan lain sebagainya yang senada dengan air. Ada beberapa tahap keseimbangan siklus air yang pada umumnya terbagi menjadi beberapa tahap.
Menurut Soemarto daur atau siklus air/hidrologi adalah gerakan air laut ke udara kemudian jatuh kepermukaan tanah dan akhirnya mengalir kembali kelaut. Sedangkan dalam wikipedia siklus air adalah siklus air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Dalam proses siklus air, sinar matahari merupakan kunci utama untuk dapat terus berjalannya siklus ini. Air berevaporasi kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan es dan salju, hujan gerimis atau kabut. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus air ini terus bergerak dalam tiga cara berbeda, yaitu: Evaporasi/transpirasi, air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dan sebagainya. Kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, atau hujan es. Infiltrasi/perkolasi ke dalam tanah. Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sisitem air permukaan. Air permukaan, air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau, makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.(Asy’ari, 2017)
Proses tersebut didalam Al-Qur’an telah di jelaskan dalam QS. Al A’raf (7):
وَهُوَ ٱلَّذِي يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَيۡ رَحۡمَتِهِۦۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَقَلَّتۡ سَحَابٗا ثِقَالٗا سُقۡنَٰهُ لِبَلَدٖ مَّيِّتٖ فَأَنزَلۡنَا بِهِ ٱلۡمَآءَ فَأَخۡرَجۡنَا بِهِۦ مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِۚ كَذَٰلِكَ نُخۡرِجُ ٱلۡمَوۡتَىٰ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ (٧
Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan) ; hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu,maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
Kita wajib bersyukur atas salah satu tanda kebesaran Allah ini, Dia menjadikan proses siklus air yang berulang-ulang. Sehingga kita bisa merasakan manfaat dari air tersebut. Mulai dari proses pembentukan gas diatmosfer, kemudian menjadi awan yang bergumpal dilangit, lalu turunnya hujan sampai meluapnya air dan mengalir ke tempat lain menurut ukurannya.Tidak hanya manfaat air, manusia juga sering merasakan krisis air yang disebabkan oleh bencana alam. Namun, bukan hanya karena bencana alam krisis air bisa terjadi tapi juga kerusakan lingkungan yang dibuat oleh manusia sendiri sehingga merusak siklus air tadi. Contohnya jika tanah mengalami kerusakan maka itu akan sangat berpengaruh pada sumber air itu sendiri. Tanah yang rusak memiliki daya serap yang kurang sehingga semakin banyak air yang terlimpas dipermukaan karena sedikitnya daya serap tanah yang rusak. Itulah yang menyebabkan banjir ketika musim hujan dan kekeringan pada saat musim kemarau.
Dalam al-Qur’an term al-mā’ dalam bentuk isim terdapat 63 kali penyebutan yang terdapat dalam surah-surah dan ayat-ayat yang bertebaran di dalam al-Qur’an. Delapan belas ayat yang terdeteksi mengandung substansi “penurunan air hujan” yaitu terdapat dalam surah QS. Al-Baqarah [2]: 22, QS. Yāsīn [36]: 33-36, QS. Al-A’rāf [7]: 57, QS. Al-An’ām [6]: 99, QS. Ibrāhim [14]: 32, QS. Al-Naḥl [16]: 10, QS. AlNaḥl [16]: 65, QS Ṭāhā [20]: 53, QS. Al-Ḥaj [22]: 5, QS. Al-Ḥaj [22]: 63, QS. Al-Naml [27]: 60, QS. Al-Ankabūt [29]: 63, QS. Al-Rūm [30]: 24, QS. Luqmān [31]: 10, QS. Al-Sajdah [32]: 27, QS. Fāṭir [35]: 27, QS. AlZumar [39]: 21, QS. Fuṣṣilat [41]: 39, QS. Al-Ra’d [13]: 4, QS. Al-Furqān [25]: 48 QS. Al-Furqān [25]: 48.
Selanjutnya dalam substansi yang lain, term al-mā’ yang terdeteksi mengandung substansi “mata air, sumber air” yaitu terdapat dalam surah QS. Al-Baqarah [2]: 74, QS. Al-Qaṣas [28]: 23, QS. Al-Nāzi’at [79]: 31, QS. Al-Mulk [67]: 30, “sirkulasi air” terdapat dalam surah QS. AlBaqarah [2]: 164, QS. Al-Ḥijr [15]: 22, “air sebagai alat bersuci, tayamum” terdapat dalam surah QS. Al-Nisā’ [4]: 43, QS. Al-Māidah [5]: 6, QS. Al-Anfāl [8]: 11, “minuman (air) penghuni neraka” terdapat dalam surah QS. Al-A’rāf [7]: 50, QS. Ibrāhim [14]: 16, QS. Al-Kahf [18]: 29 “perumpamaan kehidupan duniawi seperti air hujan” terdapat dalam surah QS. Yūnus [10]: 24, QS. Al-Kahf [18]: 45, ”proses penciptaan alam semesta” terdapat dalam surah QS. Hūd [11]:7, Selanjutnya dalam substansi yang lain, term al-mā’ yang terdeteksi mengandung substansi “kisah nabi Nuh tentang peritiwa banjir besar” terdapat dalam surah QS. Hūd [11]: 43, QS. Hūd [11]:44, QS. Al-Ḥāqqah [69]: 11, QS. Hūd [11]: 44, “meminum air dengan menggunakan kedua telapak tangan” terdapat dalam surah QS. Al-Ra’d [13]: 14, “air hujan ada ukurannya atau takarannya” terdapat dalam surah QS. Al-Ra’d [13]: 17, QS. Al-Mu’minūn [23]: 18, QS. Al-Zukhrūf [43]: 11, “segala sesuatu berasal dari air” terdapat dalam surah QS. Al-Anbiyā’ [21]: 30, QS. Al- 5 Nūr [24]: 45, “perumpamaan amal perbuatan orang kafir” terdapat dalam surah QS. Al-Nūr [24]: 39.
Selanjutnya dalam substansi yang lain, term al-mā’ yang terdeteksi mengandung substansi “penciptaan manusia (air mani)” terdapat dalam surah QS. Al-Furqān [25]: 54, QS. Al-Sajdah [32]: 8, QS. Al-Mursalāt [77]: 20, QS. Al-Mursalāt [77]: 27, QS. Al-Ṭāriq [86]: 6, “gambaran taman surga” terdapat dalam surah QS. Muḥammad [47]: 15, QS. Muḥammad [47]: 15, “air hujan adalah air yang berkah” terdapat dalam surah QS. Qāf [50]: 9, “air hujan adalah air yang tercurah” terdapat dalam surah QS. Al-Qamar [54]: 11, QS. Al-Naba’ [78]: 14, QS. ‘Abasa [80]: 25, “air yang membawa bencana” terdapat dalam surah QS. AlQamar [54]: 12, “air yang terbagi pada kisah nabi Shaleh” terdapat dalam surah QS. Al-Qamar [54]: 28,“air yang mengalir” terdapat dalam surah QS. Al-Wāqi’ah [56]: 31, QS. Al-Mulk [67]: 30, “air minum” terdapat dalam surah QS. Al-Wāqi’ah [56]:68, “air yang cukup” terdapat dalam surah QS. Al-Jin [72]: 16, “air yang surut” terdapat dalam surah QS. Al-Kahf [18]: 41. Dari 63 kali penyebutan tersebut, ayat-ayat al-mā’ di dalam alQur’an terbagi menjadi dua periode yaitu makkiyah dan madaniyah. Ayat - ayat makkiyah yang berbicara al-mā berjumlah 51 ayat, sedangkan ayatayat madaniyah yang berbicara al-mā berjumlah 12 ayat.(Alfian, 2019)
Ayat dan Terjemahan
أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَسَلَكَهُۥ يَنَٰبِيعَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ثُمَّ يُخۡرِجُ بِهِۦ زَرۡعٗا مُّخۡتَلِفًا أَلۡوَٰنُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصۡفَرّٗا ثُمَّ يَجۡعَلُهُۥ حُطَٰمًاۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكۡرَىٰ لِأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٢١
Apakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian menjadi kering, lalu engkau melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal sehat. (QS.
Az-Zumar: 21)
Analisis Mufrodat
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Husain, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Ali, telah menceritakan kepada kami Abu Qutaibah alias Atabah ibnu Yaqzan, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya: (Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit).
فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِ
( lalu diatur-Nya menjadi sumber-sumber air dibumi)
Apabila telah diturunkan air dari langit, maka air itu tersimpan di dalam bumi, lalu Allah Swt. mengalirkannya ke berbagai bagian bumi menurut apa yang dikehendaki-Nya dan Allah menyumberkannya menjadi mata air-mata air, ada yang kecil dan ada yang besar menurut apa yang diperlukan. Karena itulah disebutkan dalam firman-Nya pada ayat ini.
ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ
(Kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya).
Yaitu kemudian dari air yang diturunkan dari langit dan yang timbul dari sumber air yang ada di bumi dikeluarkanlah tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam bentuk, rasa, bau, dan manfaatnya.
ثُمَّ يَهِيجُ
(lalu ia menjadi kering)
Yakni sesudah kelihatan segar dan muda, terus menjadi tua. Maka kamu lihat berubah menjadi kuning yang bercampur kering.
ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًا
( kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai)
Maksudnya, sesudah itu menjadi kering dan hancur berguguran.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
( Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal).
Yakni orang-orang yang mengambil pelajaran dari fenomena ini akan menyimpulkan bahwa pada mulanya dunia itu seperti gambaran tersebut, diawali dengan hijau segar dan indah, lalu kemudian menjadi tua dan cacat. Seringkali Allah membuat perumpamaan bagi kehidupan dunia ini dengan air yang diturunkan-Nya dari langit, lalu dengannya ditumbuhkan berbagai buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan, sesudah itu men menjadi hancur beruguguran.
Hadits Terkait
Dalam tafsir Al Mishbah, Quraish Shihab mencantumkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang menguatkan ayat ini.
“Perumpamaan apa yang ditugaskan kepadaku oleh Allah untuk kusampaikan dari tuntutan dan pengetahuan adalah bagaikan hujan yang lebat yang tercurah ke bumi. Ada diantaranya yang subur, menampung air sehinga menumbuhkan aneka tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Ada juga yang menampung air itu, lalu Allah menganugerahkan kepada manusia kemampuan untuk memanfaatkannya, maka mereka dengan air itu dapat minum, mengairi sawah dan menanam tumbuhan, dan ada lagi yang turun di daerah yang datar tidak dapat menampung air, menumbuhkan tanaman….” (HR. Bukhari dan Muslim).(TafsirIbnu Katsir, 2015)
Pendapat Ulama/Ahli
Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah 21.
Wahai Muhammad, tidakkah engkau menyaksikan apa-apa yang diturunkan Allah dari langit, lalu Allah atur mata air, sumber-sumber: mata air, kemudian dari bumi itu tumbuh tumbuhan-tumbuhan yang bermacam-macam, kuning, hijau, putih, merah, lalu yang basah dan kering. Dan kau melihatnya menguning setelah hijau, kemudian Allah jadikan tumbuhan itu membusuk dan hancur, sesungguhnya yang demikian itu menjadi perenungan dan peringatan bagi mereka yang berfikir.(Tafsirweb, n.d.)
Kandung Makna
Adapun kandung makna dari surah Az- Zumar ayat 21 yaitu, (Apakah kamu tidak memperhatikan) maksudnya tidak mengetahui (bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diatur-Nya menjadi sumber-sumber) yakni, dia memasukkan air itu ke tempat-tempat yang dapat menjadi sumber air (di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering) menjadi layu dan kering (lalu kamu melihatnya) sesudah hijau menjadi (kekuning-kuningan kemudian dijadikan-Nya hancur berderai) yakni rontok (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran) peringatan (bagi orang-orang yang mempunyai akal) bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran darinya untuk menyimpulkan keesaan dan kekuasaan Allah swt.(Learn Quran Tafsir, n.d.)
Pesan – pesan Pendidikan
Sebagai umat muslim yang baik, kita harus selalu bersyukur dengan apa yang telah Allah Swt., berikan kepada kita dimuka bumi ini, dengan rasa syukur itu, bisa kita simbolkan dengan menjaga setiap apa yang dititpkan oleh Allah Swt. untuk kita. Jangan sampai apa yang telah Allah Swt. titipkan kepada kita selama ini malah sebaliknya akan menjadi petaka bagi kita. Terus berbuat baik pada alam semesta, agar alam juga mampu memberikan manfaat baik bagi kita.
KESIMPULAN
Air merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah Swt. dan didalam Al-Quran, air merupakan salah satu ciptaan-Nya yang patut kita renungkan. Tidak hanya kata air yang sering diungkapkan didalam al-quran, namun ada beberapa kata yang sering diungkapkan didalam al-quran yang senada dengan air seperti laut, awan, hujan, sumur dan lain sebagainya yang senada dengan air.
DAFTAR PUSTAKA
Alfian, M. A. L. S. (2019). Term Al-Mā’dalam Al-Qur’an: Telaah Dengan Pendekatan Tafsir Mauḍū’i. IAIN Kediri.
Asy’ari, A. S. (2017). Air Perspektif Al-Qur’an.
Learn Quran Tafsir. (n.d.). Az-Zumar : 21. https://tafsir.learn-quran.co/id/surat-39-az-zumar/ayat-21
TafsirIbnu Katsir. (2015). Tafsir Surat Az-Zumar, Ayat 21-22. October 02. http://www.ibnukatsironline.com/2015/10/tafsir-surat-az-zumar-ayat-21-22.html
Tafsirweb. (n.d.). Quran Surat Az-Zumar Ayat 21. referensi: https://tafsirweb.com/8683-quran-surat-az-zumar-ayat-21.html
Komentar
Posting Komentar